Langsung ke konten utama

partner hidupku




Mungkin ini adalah pengalaman calon ibu. Gak kaya kebanyakan orang kehamilan diisi dengan ngidam pengen makan ini itu. Aku justru gak nafsu makan mulai dari 4 minggu kehamilan hingga kini memasuki 14 minggu berdasarkan hitungan dokter. Beberapa orang yang berpengalaman pasti akan support dan bilang "namanya juga hamil." Setiap kali aku ngeluh enek dan gak nafsu makan. "Paksain makan, biar enek muntah harus paksa aja kasian bayinya." Hampir tiap orang terdekat ngomong seperti ini. Mana mungkin aku gak kasian sama anakku sendiri? Mana mungkin aku gak mau memberikan nutrisi dan gizi buat anakku? Aku mengalami morning sickness sepanjang waktu, selagi bisa makan aku pasti makan, tapi kalo emang beneran nggak bisa, bukannya aku gak mau usaha dan gak mau berjuang. Mual yang parah sampai air putih juga nggak ketelan. Aku akhirnya tumbang dan perlu perawatan agar mual hilang dan bisa makan dan minum lagi.

Beruntungnya aku memiliki suami yang tulus, ikhlas dan percaya kalo istrinya emang beneran udah usaha. "Aku emang gak ngerasain. Tapi aku udah beli ini itu pas kamu makan emang aku liat kamu pasti muntah lagi". Begitu dia bilang ketika menanggapi masuka dari banyak orang.. Suamiku gak pernah maksa-maksa aku untuk makan, ngejagain aku gak pernah ngeluh, selalu senyum dan gak pernah terlihat capek. "Cepet sehat dong sayang, nanti kita makan enak".

Entah, jika aku tidak memiliki suami sebaik dia. Dikala aku merasa tertekan dan cengeng karena terkesan lemah banget. Dia ada untuk selalu menguatkan. Begitu bersyukurnya aku terhadap Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

im collector!

Aku pernah bilang bahwa aku adalah seorang lulusan sarjana komunikasi, aku paham sedikit banyak mengenai penyiaran radio dan tv, aku juga memiliki modal pengalaman 7 bulan sebagai jurnalis online sebelum aku lulus kuliah, prestasiku juga banyak dan aku terlalu sombong menongak bahkan menegaskan bahwa aku tidak suka berkerja kantoran, duduk dibelakang meja apalagi di sebuah Bank. Itu bukanlah aku, bukanlah passion ku.. Semua berubah, ketika aku mengundurkan diri menjadi jurnalist infotainment di media online pesatnews.com pada desember 2012 lalu, aku resmi menjadi seorang pengangguran. Beda rasanya, ketika kita baru lulus dan menunggu pekerjaan dengan posisi aku yang saat itu lulus malah berhenti berkerja. Lalu, aku harus rajin mengirimkan email, datang ke job expo agar aku bisa mendapatkan kerja. Beberapa media sudah ku datangi, namun tak satupun meloloskan aku dari nasib ini. Aku mulai luluh, aku mengubah pola pikirku. Aku tak bisa diam dirumah tanpa gaji. Aku coba melamar di bank...

Rekomendasi tas sekolah anak

Tas sekolah menjadi kebutuhan yang paling dicari Ayah Bunda di beberapa platform E-Commerce. Namun, ada hal yang perlu diperhatikan orang tua ketika belanja tas sekolah adalah sesuai kebutuhan, ukurannya membuat nyaman saat dipakai anak, dan harga yang terjangkau. Jangan memaksakan diri membeli tas anak dengan harga fantastis cuma karena sedang hits atau ikut-ikutan orang lain.  Berikut rekomendasi tas sekolah anak yang ada di Shoppe mall dan bisa langsung di check out.  1. Gabag Kids Tas ini direkomendasikan karena dilengkapi ruangan cooler yang bertempat di bawah tas. Tempat tersebut dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan bekal agar bekal tersebut tetap terjaga kesegarannya dan kehangatannya. Tempat ini mampu menahan panas hingga 4 jam dan dingin hingga 16 jam. Tas juga dilengkapi dengan Magic pack/ ice pack gel yang berfungsi sebagai pendingin atau penghangat bekal. Klik link Gabag Kids disini : Beli Gabag kids di Shoppee lihat produk lainnya 2...

Review hotel Horison Ciledug

Hello selamat tahun 2020! Meski, tahun ini diawali dengan banjir namun itu bukan menjadi alasan untuk nggak bersyukur dan bahagia atas segala nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita. Gak kayak malam tahun baru 2018 jalan-jalan ke luar kota. tahun ini, aku, suami dan anakku bermalam di kontrakan aja. Ini karena cuti awal tahun atau tgl 1 nya nggak di approve kantor. Maklum kerja di media kudu siap lahir batin kalo nggak bisa liburan ditengah orang-orang normal liburan. Tapi, karena musibah banjir yang menggenangi wilayah dekat kantor atau akses menuju ke kantor jadi terputus. Akupun tetap nggak bisa masuk kerja. Tapi ku tetap melaporkan banjir di sekitar kontrakan. Bukan cuma jadi penikmat nonton banjir, alhamdulillah rumah mama kebagian banjir sampai leher orang dewasa. Alhasil, scoopy yang kubeli dari gaji semasa kerja di Bank Mandiri 7 tahun lalu tenggelam. eiitss... sabar ya dengerin aku curhat di awal. Hahaha.. Jadi, di tgl 2 aku dan anakku dapet kado dari suami yakni ngi...