Langsung ke konten utama

Secangkir kopi

Aku merindukan rasa pahitnya ketika ku teguk secangkir kopi hitam instan yang telah tercampur dengan gula.. 
Bagiku.. Mencari rasa pahit menjadi suatu keharusan agar rasa manisnya melekat lebih lama dan akan ku kecap pada tetesan akhirnya..

Secangkir kopi..
Mampu mengembalikan mood yang seringkali berubah-ubah..
Mampu rapuhkan pesimis dan menggantinya menjadi optimis tanpa perlu berambisi...

Secangkir kopi..
Memberikanku inspirasi..
Membantu lupakan apapun yang menyakiti..
Mengenang segala yang pantas untuk aku ingat berulang kali..

Ah!...
Secangkir kopi..
Mengajak aku berimajinasi..
Dan terkadang memaksaku untuk berharap..

Suatu saat...
Secangkir kopi..
Akan aku buatkan dan aku antarkan untuknya..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

im collector!

Aku pernah bilang bahwa aku adalah seorang lulusan sarjana komunikasi, aku paham sedikit banyak mengenai penyiaran radio dan tv, aku juga memiliki modal pengalaman 7 bulan sebagai jurnalis online sebelum aku lulus kuliah, prestasiku juga banyak dan aku terlalu sombong menongak bahkan menegaskan bahwa aku tidak suka berkerja kantoran, duduk dibelakang meja apalagi di sebuah Bank. Itu bukanlah aku, bukanlah passion ku.. Semua berubah, ketika aku mengundurkan diri menjadi jurnalist infotainment di media online pesatnews.com pada desember 2012 lalu, aku resmi menjadi seorang pengangguran. Beda rasanya, ketika kita baru lulus dan menunggu pekerjaan dengan posisi aku yang saat itu lulus malah berhenti berkerja. Lalu, aku harus rajin mengirimkan email, datang ke job expo agar aku bisa mendapatkan kerja. Beberapa media sudah ku datangi, namun tak satupun meloloskan aku dari nasib ini. Aku mulai luluh, aku mengubah pola pikirku. Aku tak bisa diam dirumah tanpa gaji. Aku coba melamar di bank...

Review hotel Horison Ciledug

Hello selamat tahun 2020! Meski, tahun ini diawali dengan banjir namun itu bukan menjadi alasan untuk nggak bersyukur dan bahagia atas segala nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita. Gak kayak malam tahun baru 2018 jalan-jalan ke luar kota. tahun ini, aku, suami dan anakku bermalam di kontrakan aja. Ini karena cuti awal tahun atau tgl 1 nya nggak di approve kantor. Maklum kerja di media kudu siap lahir batin kalo nggak bisa liburan ditengah orang-orang normal liburan. Tapi, karena musibah banjir yang menggenangi wilayah dekat kantor atau akses menuju ke kantor jadi terputus. Akupun tetap nggak bisa masuk kerja. Tapi ku tetap melaporkan banjir di sekitar kontrakan. Bukan cuma jadi penikmat nonton banjir, alhamdulillah rumah mama kebagian banjir sampai leher orang dewasa. Alhasil, scoopy yang kubeli dari gaji semasa kerja di Bank Mandiri 7 tahun lalu tenggelam. eiitss... sabar ya dengerin aku curhat di awal. Hahaha.. Jadi, di tgl 2 aku dan anakku dapet kado dari suami yakni ngi...

Main dong ke RPTRA

Minggu pagi aku ajak suami dan anakku ke RPTRA meruya utara jakarta barat. Sekedar jalan2 aja sambil bayangin masa kecilku main di lapangan komplek. Dikutip dari wikipedia.. Ruang Publik Terpadu Ramah Anak atau juga dikenal dengan singkatan RPTRA adalah konsep ruang publik berupa ruang terbuka hijau atau taman yang dilengkapi dengan berbagai permainan menarik, pengawasan CCTV, dan ruangan-ruangan yang melayani kepentingan komuniti yang ada di sekitar RPTRA tersebut, seperti ruang perpustakaan, PKK Mart, ruang laktasi, dan lainnya. RPTRA juga dibangun tidak di posisi strategis, tetapi berada di tengah pemukiman warga, terutama lapisan bawah dan padat penduduk, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh warga di sekitar.RPTRA, yang diinisiasi oleh Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dibangun sebagian besarnya dengan menggunakan sumbangan dana Corporate Social Responsibility. Peran pemprov biasanya dengan menyediakan lahan...